Selamat datang kawan

Pendidikan Berkualitas untuk Semua

Saturday, 6 December 2014


Konsep Bahasa
 
A.     Pengertian Bahasa
Banyak ahli telah mendefinisikan bahasa, beberapa pendapat ahli tentang pengertian bahasa adalah sebagai berikut.
1.      Bahasa adalah sebuah simbol bunyi arbiter yang digunakan untuk berkomunikasi manusia (Wardhaugh dalam Solchan T. W., dkk. 2014:1.3)
2.      Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang digunakan oleh para anggota sosial untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri (Kentjono dalam Solchan T. W., dkk. 2014:1.4)
3.      Bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf (Pengabean, 1981:5 dalam http://www.academia.edu/5783317/_Pengertian_Bahasa_Menurut_Para_Ahli).
4.      Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama (Soejono, 1983:01 dalam http://www.academia.edu/5783317/_Pengertian_Bahasa_Menurut_Para_Ahli)

Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu simbol bunyi arbiter yang sitematis digunakan dalam kehidupan sosial untuk berkomunikasi, bekerja sama, mengidentifikasi diri, dan sarana perhubungan rohani.

B.     Karakteristik Bahasa
1.      Bahasa adalah sebuah sistem
Sebagai  sebuah sistem, bahasa terdiri dari sejumlah unsur yang saling terkait dan tertata secara beraturan.
2.      Bahasa merupakan sistem lambang yang arbiter(mana suka) dan konvensional
Bahasa merupakan sistem simbol, baik berupa bunyi dan/atau tulisan yang dipergunakan dan diepakati oleh suatu kelompok sosial (Solchan T. W., dkk. 2014: 1.5)
3.      Bahasa bersifat produktif
Dari fonem dan pola dasar kalimat dalam bahasa dapat dihasilkan satuan bahasa dalam jumlah yang tak terbatas.
4.      Bahasa memiliki fungsi dan variasi
Bahasa salah satunya berfungsi sebagai alat komunikasi, dengan bahasa manusia dapat saling memahami dan bekerja sama. Penggunaan bahasa juga bervariasi atau memiliki ragam bahasa berdasarkan konteks pengguna dan pengunaannya.

C.     Fungsi Bahasa
1.      Fungsi personal, yaitu penggunaan bahasa untuk menggungkapkan pendapat, pikiran, sikap, atau perasaan pemakainya.
2.      Fungsi regulator, yaitu penggunaan bahasa untuk mempengaruhi sikap atu pikiran/ pendapat orang lain.
3.      Fungsi interaksional, yaitu penggunaan bahasa untuk menjalin kontka dan menjaga hubungan sosial.
4.      Fungsi informative, yaitu penggunaan bahasa untuk menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan dan budaya.
5.      Fungsi heuristik, yaitu penggunaan bahasa untuk belajar memperoleh informasi, seperti pernyataan atau permintaan penjelasan tentang sesuatu.
6.      Fungsi imajinatif, yaitu penggunaan bahasa untuk memenuhi dan menyalurkan rasa estetis (indah), seperti nyanyian dan karya sastra.
7.      Fungsi instrumental, yaitu penggunaan bahasa untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan pemakainya.
 
Sumber:
Solchan T.W., dkk. 2014. Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
http://www.academia.edu/5783317/_Pengertian_Bahasa_Menurut_Para_Ahli, diakses pada tanggal 7 Desember 2014 pukul 15.00.

Friday, 20 June 2014

DIKTAT


Pengertian Diktat dan Cara Membuatnya
Oleh:  Pak Do
 

A.      Pengertian
Menurut Maria Cholifah (2010), diiktat adalah bahan pembelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum dan silabus, terdiri dari bab-bab, memuat detail penjelasan, referensi yang digunakan, memiliki standar jumlah halaman tertentu dan biasanya dipersiapkan atau dikembangkan sebagai buku. Menurut  Purwadarminta dalam Kamus Besar Indonesia dalam Aguwuryanto (2010), diktat adalah pegangan yang dibuat guru berupa ketikan maupun stensilan. Menurut Totok Djuroto dalam Aguswuryanto (2010), diktat adalah buku pelajaran yang  termasuk kelompok karangan ilmiah  hanya saja dibuatnya bukan berdasarkan hasil penelitian, tetapi materi pelajaraan atau mata kuliah dari suatu  ilmu.Menurut www.artikata.com, diktat adalah buku pelajaran yg disusun oleh guru berupa stensilan (bukan cetakan). Menurut Shaleh (2012), diktat adalah bahan ajar untuk digunakan siswa memperoleh kompetensi.
Berdasarkan pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa diktat adalah bahan pembelajaran yang disusun oleh guru berdasarkan kurikulum dan silabus, terdiri dari materi, penjelasan terperinci, soal-soal, referensi yang bertujuan membantu siswa menguasai kompetensi pembelajaran.

B.      Prinsip-prinsip Pembuatan Diktat
Menurut Aguswuryanto (2010), ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan diktat antara lain prinsip relevansi, konsistensi dan kecukupan.
1.       Prinsip relevansi artinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai
2.       Prinsip konsistensi artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada diktat juga harus meliputi empat macam.
3.       Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu siswa mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi juga disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

C.      Manfaat Diktat
Ada beberapa manfaat diktat, antara lain sebagai berikut.
1.       Bagi guru
a.       Diktat memudahkan guru untuk menegaskan poin-poin penting materi pembelajran yang diajarkannya.
b.      Diktat memudahkan guru menyajikan materi pembelajaran.
c.       Diktat dapat dinilaikan sebagai salah satu karya ilmiah untuk Penilaian Angka Kredit (PAK), yaitu memperoleh angka kredit sebesar 0,5 sesuai PERMEN PAN No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
2.       Bagi Siswa
a.       Diktat memudahkan siswa belajar bik secara terbimbing maupun secara mandiri.
b.      Diktat memudahkan siswa menemukan poin-poin penting materi pembelajaran.
c.       Diktat membantu siswa mencapai kompetensi sesuai dengan tujuan pembelajaran.

D.      Cara Membuat Diktat
Adapun secara garis besar, cara membuat diktat adalah sebagai berikut.
1.       Memetakan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator yang diharapkan dicapai oleh siswa.
2.       Mencari materi yang relevan dengan SK, KD, dan Indikator pembelajaran.
3.    Meringkas materi/pokok-pokok materi
4.       Membuat rincian penjelasan pada materi yang diajarkan.
5.       Membuat evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi.
6.       Mencantumkan sumber-sumber/referensi yang digunakan untuk membuat diktat.
7.       Mengajukan review dan pengesahan dari pejabat yang berwenang.

Sumber:
http://shaleholic.com/cara-membuat-diktat/
http://mariacholifah.blogspot.com/2010/07/pengertian-handout-modul-buku-dan.html
http://aguswuryanto.wordpress.com/2010/09/02/pembuatan-diktat/
http://www.artikata.com/arti-325258-diktat.html
http://staff.unila.ac.id/ngadimunhd/files/2012/03/Permen-PAN-No-16-Tahun-2009-tentang-Jab-Fungsional-Guru-Angka-Kreditnya.pdf