Selamat datang kawan

Pendidikan Berkualitas untuk Semua

Friday, 18 October 2013

Belajar Bagaimana Belajar (BBB)

Bagaimana membangkitkan semangat belajar? (Seri 1)

Sukses adalah dambaan setiap orang. Orang tua, siswa, guru, maupun masyarakat. Dalam dunia pendidikan, sukses siswa pada khususnya adalah bagian dari tujuan dunia pendidikan. Untuk memfasilitasi dan mengantarkan siswa sukses secara akademik dan non akademik, guru memiliki peran yang sangat penting.

Dalam dunia pendidikan, guru merupakan ujung tombak transfer ilmu pengetahuan, nilai-nilai, budaya, dan penanaman karakter bangsa. Melalui arahan yang baik dari guru, siswa diharapkan akan dapat meng-aktualisasikan diri untuk sukses pada masa depan. Selain arahan dari guru, untuk mencapai kesuksesan baik akademik maupun non akademik, dibutuhkan juga semangat belajar yang tinggi dari siswa.

Semangat belajar yang tinggi akan membuat siswa merasa senang belajar, sehingga ia akan memiliki tekad yang kuat meraih kesuksesannya. Akan tetapi sering semangat belajar masih menjadi problem tersendiri bagi siswa. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para pembelajar untuk membangkitkan semangat belajar, antara lain:

1. Meneguhkan niat
Niat merupakan hal pokok bagi seorang pembelajar. Niat yang lemah akan mengakibatkan belajar menjadi malas. Untuk membangkitkan semangat sudah seyogianya siswa berniat untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan niat yang kuat, siswa tidak akan mudah goyah meskipun tantangan dalam belajar silih berganti. Niat yang paling kuat dan saya rekomendasikan adalah niatkan belajar hanya semata-mata menuju ridlo Allah.

2. Memahami tujuan
Siswa yang belajar dengan memahami tujuan belajar bisa diibaratkan seseorang yang berpergian dan mengetahui tempat tujuan yang akan dituju. Untuk itu ia insyaallah akan sampai pada tempat tujuan tersebut. Tujuan belajar memang sangat penting. Dengan memahami tujuan belajar, siswa akan tahu akibat baik buruknya jika tidak belajar. Dengan memahami kebaikan belajar, siswa akan belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses.

Selain dua cara di atas, masih ada cara-cara berikutnya dalam membangkitkan semangat belajar. Untuk cara membangkitkan semangat belajar selanjutnya, insyaallah akan kami post-kan kesempatan yang akan datang. Semoga bermanfaat.

Tuesday, 17 September 2013

Menilai Prestasi Belajar Dengan Unjuk Kerja



MENILAI PRESTASI BELAJAR DENGAN PENILAIAN UNJUK KERJA

Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda, yaitu prestatie yang dialih bahasakan menjadi kata prestasi yang berarti hasil usaha. Istilah prestasi belajar (achievement) berbeda dengan hasil belajar (learning outcome).
Menurut Asep Jihad dan Abdul Haris (2009), prestasi belajar  adalah ketercapaian setiap kemampuan dasar, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang diperoleh siswa selama mengikuti pembelajaran tertentu.

Sebagai guru kita dapat menilai capaian prestasi belajar siswa sebagai hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan. Menurut Nurkancana dan Sumartana dalam Sarwidi Suwandi (2009), prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Dengan mengadakan evaluasi, guru akan dapat menilai sejauh mana ilmu atau materi pelajaran dikuasai oleh siswa. Berbagai teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar, sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai. Penilaian kompetensi dilakukan melalui pengukuran indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar. Dalam penilaian hasil belajar dapat digunakan berbagai teknik penilaian diantaranya adalah: penilaian unjuk kerja.


1.      Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis, karena apa yang  dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.       langkah-langkah kerja yang diharapkan untuk dilakukan peserta didik dalam menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
b.      kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
c.       kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d.      kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak (hanya yang esensial), sehingga semua dapat diamati.
e.       kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati
2.     Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Misalnya, untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek, pedoman observasi, dan sebagainya.
3.     Pengolahan Data Penilaian Unjuk Kerja Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan terhadap unjuk kerja peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dari format penilaian unjuk kerja, berupa daftar ceklist. Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu unjuk kerja adalah tingkat ketercapaian indikator pada setiap KD. Nilai unjuk kerja suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan skor KD terendah.

Sumber :  

Asep Jihad & Abdul Haris. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Press

Sarwiji Suwandi. (2009). Model Assesmen Dalam Pembelajaran. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 13 Surakarta 

http://www.m-edukasi.web.id/2013/08/penilaian-unjuk-kerja-siswa.html

Tuesday, 2 October 2012

SOAL BAHASA INDONESIA KELAS VI TEMA : TEKNOLOGI DAN INFORMASI

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
  1. Reihan sedang membaca majalah WAc.Horizon kitA. Arti awalan me- pada kata bercetak miring adalah ….
  2. Hasan menyalakan computer dengan hati-hati. Kalimat tanya yang tepat untuk jawaban pertanyaan tersebut adalah ….
  3. Risang akan mengirimkan uang melalui wesel pos. Kata dasar dari kata yang bercetak miring adalah ….
  4. Minggu depan kami sekeluarga akan mengunjungi kantor telekomunikasi WAc. Horizon kitA. Subjek pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
  5. Kasadha (baca) majalah komputer WAc.Horizon kitA dengan cermat. Kata dalam kurung seharusnya ditulis ….
  6. Berbagai macam informasi dapat kita peroleh dari internet. Internet dihubungkan dengan jaringan telepon dan satelit. Dengan internet, siapa pun dapat mengetahui berbagai peristiwa di dunia. Kita dapat berkirim e-mail, browsing, chating, mencari informasi dan pengetahuan dari blog, misal dari murihwidodo.blogspot.com, dan lain-lain. Kalimat utama paragraf di atas adalah ….
  7. Aku sudah menelepon kakak … Keterangan waktu yang mungkin untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….
  8. Aku menonton acara sepak bola di televis sampai larut malam, … pagi harinya terlambat bangun. Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….
  9. Latif baru kelas 2 SD, … ia sudah pandai menyelesaikan soal kelas 6 SD. Kata hubung yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….
  10. Aku akan (kunjung) pameran teknologi informasi di Jogja Expo Center (JEC).Kata dalam kurung seharusnya mendapat imbuhan ….
  11. Jayawardhana … ayahnya sebuah handphone. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….
  12. Adhikarta terampil merakit robot. Berbagai macam robot dapat ia buat. Teman-temannya kagum melihat hasil karyanya. Banyak di antara mereka kemudian membeli hasil karya Adhikarta. Uang saku Adhikarta pun semakin bertambah. Gagasan pokok paragraf tersebut adalah ….
  13. Mirna meminjam majalah milik Anisa. Ketika dikembalikan, majalah tersebut robek dua halaman. Anisa tidak marah kepada Mirna. Ketika Mirna meminta maaf kepada Anisa, Anisa memaafkan kesalahan Mirna tersebut. Watak Anisa dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
  14. Pak Gufron adalah seorang pedagang yang jujur. Ia menjual barang-barang elektronik bekas. Barang yang kualitasnya buruk dikatakan buruk. Ia tidak berbohong. Kejujuran Pak Gufron itulah yang senantiasa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerita di atas adalah ….
  15. Sekolah Dhani sangat megah. Sekolah Dhani terdiri atas tiga gedung utama berlantai empat dan sebuah halaman yang lauas. DI sekelilingnya ditumbuhi pepohonan yang rindang. Latar cerita tersebut adalah ….
  16. Kancil dan Monyet bersandar di bawah pohon pisang. Tiba-tiba terdengar teriakan, “Hei, awas ya kalian! Kali ini kalian tidak akan lolos!” “Nyet, itu Pak Tani. Ayo kita pergi!” ajak Kancil. Si monyet yang kekenyangan hanya diam menatap kancil. Ia tidak bisa kabur karena perutnya kekenyangan. Sifat monyet pada cerita di atas adalah ….
  17. Monyet dan tupai terkejut melihat ada seseorang gadis kecil duduk di tepi telaga. “Hai, mengapa kau menangis?”tanya monyet. “Aku sedang mencari kakakku,” kata si Gadis Kecil. Latar cerita tersebut adalah ….
  18. Jalan Merdeka 63/56 B, Sleman. Tanda garis miring (/) tersebut digunakan untuk …
  19. Tuliskan 2 contoh kalimat yang berimbuhan me- ! ……………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………………………………………………..
  20. Tuliskan 2 contoh kalimat yang menggunakan tanda garis miring (/) ……………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………………………………………………..